Makanan Untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Alami

makanan untuk mempercepat penyembuhan luka
Makanan Untuk Penyembuh Luka

Salah satu faktor yang termasuk penting untuk mempercepat penyembuhan luka adalah makanan.

Sel-sel tubuh membutuhkan berbagai macam vitamin serta nutrisi untuk penyembuhan luka. Oleh karena itu, ketika makanan yang kita konsumsi tidak mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh, yang terjadi biasanya luka akan lebih sulit untuk mengering bahkan lama sembuhnya.

Secara umum, penyembuhan luka akan melalui 3 tahapan proses yaitu, inflamasi, poliferasi dan remodeling. Proses ini melibatkan berbagai sel, mediator dan juga protein terlarut. Sehingga makanan memiliki peran vital terutama untuk regenerasi sel-sel yang baru.

Lalu nutrisi makanan apa sajakah yang mendukung proses penyembuhan luka yang lebih cepat ?

Berikut ini kami telah merangkumnya untuk anda…

1. Karbohidrat

Ya, karbohidrat adalah sumber energi utama yang dibutuhkan fungsi tubuh, termasuk fungsi penyembuhan luka.

Kekurangan kalori akan berdampak pada penggunaan protein sebagai sumber energi. Bahkan Asosiasi Dietetik Amerika merekomendasikan bahwa 45-65% asupan kalori perhari penderita diabetes harus melalui karbohidrat untuk menjaga kadar gula darah  dan juga penyembuhan luka dengan normal.

2. Protein

Nutrisi makanan yang kurang protein dapat menghambat penyembuhan luka. Makanan berprotein akan dibecah menjadi asam amino dan juga peptide yang dibutuhkan untuk perbaikan jaringan seperti kolagen.

Sebuah studi pada tahun 1993 yang diterbitkan dalam “Journal of The A merican Geriatrics Society” mengungkapkan makanan tinggi protein mempercepat penyembuhan luka kronis.

Jumlah protein yang dibutuhkan tergantung dari usia, ukuran lukanya dan juga faktor tertentu seperti stress dan infeksi.

3. Vitamin

Sejumlah vitamin juga memfasilitasi dalam proses penyembuhan.  Dalam sebuah study yang yang dimuat dalam “Brazilian Journal of Biology” pada tahun 2009 menyatakan luka yang diobati menggunakan krim yang mengandung vitamin terlarut ternyata lukanya mengalami perbaikan.

Vitamin terlarut sering kita sebut dengan Vitamin C terlibat dalam pembuatan kolagen. Selain vitamin C vitamin lain seperti vitamin A dan E juga menunjukkan peningkatan penyembuhan pada luka.

Akan tetapi penggunaannya harus dengan petunjuk dari dokter.

4. Lemak

Lemak dalam makanan juga digunakan sebagai sumber energi. Asam lemak sangat penting baik dalam pensinyalan sel maupun membran sel.

Pada tahun 2010 peneliti asal korea menerbitkan “Mediators of Inflamation” yang menunjukkan bahwa suplementasi dengan asam linoleat dan asam lemak essensial  dapat mempercepat penyembuhan luka dan memperbaiki peradangan.

5. Mineral

Penyembuhan luka juga membutuhkan kandungan mineral dalam makanan. Enzim yang terlibat dalam fase remodeling penyembuhan luka membutuhkan zinc begitu juga dengan kolagen. Selain zinc, besi juga terkandung dalam kolagen sintetis dan kekurangan besi menyebabkan buruknya penyembuhan luka.

Zinc dan besi sama-sama diperlukan untuk kebutuhan enzim-enzim pada kolagen sintetis.

Jika ternyata luka anda tidak kunjung juga sembuh meski nutrisi dan vitamin dari makanan benar-benar tercukupi dengan baik, maka sudah semestinya anda harus memperhatikan faktor-faktor lainnya seperti :

  • Perawatan luka. Pastikan bahwa anda melakukan perawatan yang benar untuk luka anda
  • Infeksi. Kehadiran infeksi biasanya ditandai dengan ciri-ciri seperti kulit sekitar luka membengkak dan juga memerah, intensitas nyeri yang bertambah dan juga adanya nanah pada luka.
  • Penyakit dan kondisi tertentu seperti diabetes, gangguan peredaran darah, hemofilia atau penyakit autoimun seperti lupus
  • Pengobatan yang tidak tepat sehingga luka semakin parah dan infeksi
  • Terlalu banyak beraktifitas sehingga meningkatkan trauma pada luka seperti karena gesekan dan benturan

Untuk informasi yang lebih lengkap mengenai apa saja yang menyebabkan luka menjadi sulit sekali untuk sembuh, Anda bisa membaca artikel kami sebelumnya Penyebab Luka Sulit Sembuh.